Jumat, 27 September 2013

materi PLH IX MTs N Lumajang


BAB II
MEMELIHARA KEBERSIHAN LINGKUNGAN



 








(sumber: http://gambang.files.wordpress.com/2008/02/sampah.jpg)



Standar Kompetensi:
1.     Memahami pengelolaan sampah.
2.     Memahami sumber air limbah rumah tangga, sistem pembuangan, dan cara pemeliharaannya.

 


Kompetensi Dasar:
1.      Menjelaskan pemanfaatan sampah melalui prinsip 3R (reuse, reduce, recycle).
2.      Mempratekkan salah satu pemanfaatan sampah (barang bekas).
3.      Mengidentifikasi sumber air limbah rumah tangga.
4.      Menjelaskan cara mengelola air limbah rumah tangga.
5.      Mendiskripsikan cara-cara memelihara kelancaran saluran air.
6.      Menjelaskan dampak genangan air limbah.

 


Indikator:
1.        Menjelaskan kembali pemanfaatan sampah melalui prinsip 3R (reuse, reduce, recycle).
2.        Mempratekkan salah satu pemanfaatan sampah (barang bekas).
3.        Menemukan kembali sumber air limbah rumah tangga.
4.        Mendeskripsikan kembali cara mengelola air limbah rumah tangga.
5.        Mendeskripsikan kembali cara-cara memelihara kelancaran saluran air.
6.        Menjelaskan kembali dampak genangan air limbah.


 
 





















A.   Pendahuluan
Kondisi lingkungan yang bersih merupakan tanggungjawab setiap individu dan semua warga yang hidup di lingkungan tersebut. Upaya memelihara kebersihan lingkungan tidak cukup bila hanya dilakukan oleh perorangan. Petunjuk lingkungan yang bersih umumnya dikaitkan dengan keberadaan timbulan sampah lancarnya aliran air limbah rumah tangga di sekitar lingkungan. Pengelolaan sampah dan kelancaran aliran air limbah sudah menjadi kebutuhan mutlak bila ingin menciptakan lingkungan yang bersih. Dalam rangka menangani permasalahan sampah maka upaya yang dapat dilakukan adalah mengurangi (reduce), menggunakan ulang (reuse), dan mendaur ulang (recycle).     


B.   Pemanfaatan Sampah (Barang Bekas)
            Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai. Botol Bekas wadah kecap, saos, sirup, creamer, dll. baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas atau kaca yang tebal. Kertas, terutama kertas bekas di kantor, koran, majalah, kardus kecuali kertas yang berlapis minyak. Aluminium bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue dll. Besi bekas rangka meja, besi rangka beton, dll. Plastik bekas wadah shampoo, air mineral, jerigen, ember, dll.
Reduce (Mengurangi Sampah)
caranya :
  • Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik pembungkus barang belanja
  • Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada membeli botol baru setiap kali habis
  • Membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket yang besar daripada membeli beberapa paket kecil untuk volume yang sama
Reuse (Menggunakan sisa sampah yang masih bisa dipakai)
caranya :
  • Memanfaatkan botol-botol bekas untuk wadah
  • Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus
  • Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan, perangkat pembersih (lap), maupun berbagai keperluan lainnya
Recycle (Daur Ulang Sampah)
Daur ulang sendiri memang tidak mudah, karena kadang dibutuhkan teknologi dan penanganan khusus. Adapun cara-caranya seperti berikut ini :
  • Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk di daur ulang
  • Mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau botol gelas untuk di daur ulang
  • Menggunakan berbagai produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang


 






Gambar 2.1 Pemanfaatan Sampah Sebagai Tas
(Sumber: http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/11/tas-dari-sampah-plastik1.jpg)




C.   Sumber Air Limbah Rumah Tangga dan Pengelolaannya
Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoran manusia. Limbah merupakan buangan/bekas yang berbentuk cair, gas dan padat. Dalam air limbah terdapat bahan kimia sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit disentri, tipus, kolera, dsb. Air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan.



 








Gambar 2.2 Air Limbah Rumah Tangga yang Dibuang di Sungai

Air limbah harus dikelola untuk mengurangi pencemaran. Pengelolaan air limbah dapat dilakukan dengan membuat saluran air kotor dan bak peresapan dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut:
  1. Tidak mencemari sumber air minum yang ada di daerah sekitarnya baik air dipermukaan tanah maupun air di bawah permukaan tanah.
  2. Tidak mengotori permukaan tanah.
  3. Menghindari tersebarnya cacing tambang pada permukaan tanah.
  4. Mencegah berkembang biaknya lalat dan serangga lain.
  5. Tidak menimbulkan bau yang mengganggu.
  6. Konstruksi agar dibuat secara sederhana dengan bahan yang mudah didapat dan murah.
  7. Jarak minimal antara sumber air dengan bak resapan 10 m.
Pengelolaan air limbah rumah tangga dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
a.    Pengelolaan yang paling sederhana ialah pengelolaan dengan menggunakan pasir dan benda-benda terapung melalui bak penangkap pasir dan saringan. Benda yang melayang dapat dihilangkan oleh bak pengendap yang dibuat khusus untuk menghilangkan minyak dan lemak. Lumpur dari bak pengendap pertama dibuat stabil dalam bak pembusukan lumpur, di mana lumpur menjadi semakin pekat dan stabil, kemudian dikeringkan dan dibuang.
b.    Pengelolaan sekunder dibuat untuk menghilangkan zat organik melalui oksidasi  dengan menggunakan saringan khusus.
c.    Pengelolaan secara tersier hanya untuk membersihkan saja. Cara pengelolaan yang digunakan tergantung keadaan setempat, seperti sinar matahari, suhu yang tinggi di daerah tropis yang dapat dimanfaatkan.

D.   Pemeliharaan Saluran Air
Saluran pembuangan air atau drainase merupakan tempat pembuangan air limbah dari rumah tangga, industri, pertanian. Saluran air ini memerlukan pemeliharaan sehingga dapat berfungsi dengan baik.
Salah satu kebutuhan penting akan kesehatan lingkungan adalah masalah air bersih, persampahan dan sanitasi, yaitu kebutuhan akan air bersih, pengelolaan sampah yang setiap hari diproduksi oleh masyarakat serta pembuangan air limbah yang langsung dialirkan pada saluran/ sungai. 






 








Gambar 2.3 Saluran Air yang Baik

Hal tersebut menyebabkan pandangkalan saluran/sungai, tersum­bat­nya saluran/sungai karena sampah. Pada saat musim penghujan selalu terjadi banjir dan menimbulkan penyakit.
Beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh sanitasi yang kurang baik serta pembuangan sampah dan air limbah yang kurang baik diantaranya adalah: diare, demam berdarah, disentri, hepatitis A, kolera, tiphus, cacingan, dan malaria.

E.   Rangkuman
Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai. Dalam rangka mengurangi produksi timbulan sampah maka dapat melalui 3R (reduce, reuse, dan recycle). Limbah merupakan buangan/bekas yang berbentuk cair, gas dan padat. Saluran pembuangan air atau drainase merupakan tempat pembuangan air limbah dari rumah tangga, industri, dan pertanian. Saluran air ini memerlukan pemeliharaan sehingga dapat berfungsi dengan baik.


F.    Kasus/Permasalahan

            Pencemaran lingkungan yang terjadi pada tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Jakarta telah terjadi sejak tahun 1990, yang menimbulkan protes masyarakat sekitar TPA dan selalu dapat diselesaikan dengan negosiasi yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Jakarta dengan penduduk sekitar TPA (Kompas, 2 februari 2004). Berulangkali protes masyarakat sekitar TPA dilakukan, namun tetap permasalahan pengelolaan sampah belum dapat dituntaskan, sehingga pada awal tahun 2004 muncul kembali terjadinya pencemaran lingkungan di wilayah sekitar TPA Cilincing. Sementara itu, upaya pemecahannya yang dilakukan selama ini seringkali tidak menyentuh akar permasa­lah­an­nya (Menteri Riset dan Teknologi, 2004). Tingginya volume sampah ini disebabkan oleh jumlah penduduk Jakarta  yang cukup banyak. Soemarwoto, 2001, mengatakan bahwa faktor pertambahan penduduk mempengaruhi perubahan yang besar dalam lingkungan hidup. Dari permasalahan tersebut dapat dilihat bahwa sampah sangat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat di Jakarta. Ini merupakan imbas dari masyarakat yang tidak dapat memelihara dan mengerti pengelolaan lingkungan dengan baik.
Lakukan diskusi kelompok (masing-masing 5 orang) untuk menanggapi permasalahan tersebut !