BAB II
MEMELIHARA KEBERSIHAN LINGKUNGAN
![]() |
(sumber:
http://gambang.files.wordpress.com/2008/02/sampah.jpg)
|
||
|
||
|
A.
Pendahuluan
Kondisi lingkungan
yang bersih merupakan tanggungjawab setiap individu dan semua warga yang hidup
di lingkungan tersebut. Upaya memelihara kebersihan lingkungan tidak cukup bila
hanya dilakukan oleh perorangan. Petunjuk lingkungan yang bersih umumnya
dikaitkan dengan keberadaan timbulan sampah lancarnya aliran air limbah rumah
tangga di sekitar lingkungan. Pengelolaan sampah dan kelancaran aliran air
limbah sudah menjadi kebutuhan mutlak bila ingin menciptakan lingkungan yang
bersih. Dalam rangka menangani permasalahan sampah maka upaya yang dapat
dilakukan adalah mengurangi (reduce),
menggunakan ulang (reuse), dan
mendaur ulang (recycle).
B.
Pemanfaatan Sampah (Barang Bekas)
Daur
ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas
kegiatan pemilahan, pengumpulan,
pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai. Botol Bekas wadah kecap, saos, sirup,
creamer, dll. baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas atau
kaca yang tebal. Kertas, terutama kertas bekas di kantor, koran, majalah,
kardus kecuali kertas yang berlapis minyak. Aluminium bekas wadah minuman
ringan, bekas kemasan kue dll. Besi bekas rangka meja, besi rangka beton, dll. Plastik bekas wadah shampoo, air mineral, jerigen, ember,
dll.
Reduce (Mengurangi Sampah)
caranya :
- Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik pembungkus barang belanja
- Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada membeli botol baru setiap kali habis
- Membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket yang besar daripada membeli beberapa paket kecil untuk volume yang sama
Reuse (Menggunakan sisa sampah yang masih
bisa dipakai)
caranya :
- Memanfaatkan botol-botol bekas untuk wadah
- Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus
- Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan, perangkat pembersih (lap), maupun berbagai keperluan lainnya
Recycle (Daur Ulang Sampah)
Daur
ulang sendiri memang tidak mudah, karena kadang dibutuhkan teknologi dan
penanganan khusus. Adapun cara-caranya seperti berikut ini :
- Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk di daur ulang
- Mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau botol gelas untuk di daur ulang
- Menggunakan berbagai produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang
![]() |
Gambar 2.1 Pemanfaatan Sampah Sebagai Tas
(Sumber: http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/11/tas-dari-sampah-plastik1.jpg)
C.
Sumber Air Limbah Rumah Tangga dan
Pengelolaannya
Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari
dapur, kamar mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoran
manusia. Limbah merupakan buangan/bekas yang berbentuk cair, gas
dan padat. Dalam air limbah terdapat bahan kimia sukar untuk dihilangkan dan
berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagi kuman-kuman
penyebab penyakit disentri, tipus, kolera, dsb. Air limbah tersebut harus
diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan.
![]() |
Gambar 2.2 Air Limbah Rumah Tangga yang Dibuang di Sungai
Air limbah harus dikelola untuk mengurangi pencemaran.
Pengelolaan air limbah dapat dilakukan dengan membuat saluran air kotor dan bak
peresapan dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut:
- Tidak mencemari sumber air minum yang ada di daerah sekitarnya baik air dipermukaan tanah maupun air di bawah permukaan tanah.
- Tidak mengotori permukaan tanah.
- Menghindari tersebarnya cacing tambang pada permukaan tanah.
- Mencegah berkembang biaknya lalat dan serangga lain.
- Tidak menimbulkan bau yang mengganggu.
- Konstruksi agar dibuat secara sederhana dengan bahan yang mudah didapat dan murah.
- Jarak minimal antara sumber air dengan bak resapan 10 m.
Pengelolaan
air limbah rumah tangga dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
a.
Pengelolaan yang
paling sederhana ialah pengelolaan dengan menggunakan pasir dan benda-benda
terapung melalui bak penangkap pasir dan saringan. Benda yang melayang dapat
dihilangkan oleh bak pengendap yang dibuat khusus untuk menghilangkan minyak
dan lemak. Lumpur dari bak pengendap pertama dibuat stabil dalam bak pembusukan
lumpur, di mana lumpur menjadi semakin pekat dan stabil, kemudian dikeringkan
dan dibuang.
b.
Pengelolaan
sekunder dibuat untuk menghilangkan zat organik melalui oksidasi dengan menggunakan saringan khusus.
c.
Pengelolaan
secara tersier hanya untuk membersihkan saja. Cara pengelolaan yang digunakan
tergantung keadaan setempat, seperti sinar matahari, suhu yang tinggi di daerah
tropis yang dapat dimanfaatkan.
D.
Pemeliharaan Saluran Air
Saluran pembuangan air atau drainase merupakan tempat
pembuangan air limbah dari rumah tangga, industri, pertanian. Saluran air ini
memerlukan pemeliharaan sehingga dapat berfungsi dengan baik.
Salah satu kebutuhan penting akan kesehatan lingkungan
adalah masalah air bersih, persampahan dan sanitasi, yaitu kebutuhan akan air
bersih, pengelolaan sampah yang setiap hari diproduksi oleh masyarakat serta
pembuangan air limbah yang langsung dialirkan pada saluran/ sungai.
![]() |
Gambar 2.3 Saluran Air yang Baik
Hal tersebut menyebabkan pandangkalan saluran/sungai,
tersumbatnya saluran/sungai karena sampah. Pada saat musim
penghujan selalu terjadi banjir dan menimbulkan penyakit.
Beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh sanitasi yang
kurang baik serta pembuangan sampah dan air limbah yang kurang baik diantaranya
adalah: diare, demam berdarah, disentri, hepatitis A, kolera, tiphus, cacingan,
dan malaria.
E.
Rangkuman
Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah
padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan,
pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai. Dalam rangka
mengurangi produksi timbulan sampah maka dapat melalui 3R (reduce, reuse, dan recycle).
Limbah merupakan buangan/bekas yang berbentuk cair, gas
dan padat. Saluran pembuangan air atau drainase merupakan tempat pembuangan air
limbah dari rumah tangga, industri, dan pertanian. Saluran air ini memerlukan
pemeliharaan sehingga dapat berfungsi dengan baik.
F.
Kasus/Permasalahan
Pencemaran
lingkungan yang terjadi pada tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Jakarta
telah terjadi sejak tahun 1990, yang menimbulkan protes masyarakat sekitar TPA
dan selalu dapat diselesaikan dengan negosiasi yang dilakukan oleh pemerintah
provinsi Jakarta dengan penduduk sekitar TPA (Kompas, 2 februari 2004).
Berulangkali protes masyarakat sekitar TPA dilakukan, namun tetap permasalahan
pengelolaan sampah belum dapat dituntaskan, sehingga pada awal tahun 2004
muncul kembali terjadinya pencemaran lingkungan di wilayah sekitar TPA
Cilincing. Sementara itu, upaya pemecahannya yang dilakukan selama ini
seringkali tidak menyentuh akar permasalahannya (Menteri Riset dan Teknologi, 2004). Tingginya volume
sampah ini disebabkan oleh jumlah penduduk Jakarta yang cukup banyak.
Soemarwoto, 2001, mengatakan bahwa faktor pertambahan penduduk mempengaruhi
perubahan yang besar dalam lingkungan hidup. Dari permasalahan tersebut dapat
dilihat bahwa sampah sangat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat di
Jakarta. Ini merupakan imbas dari masyarakat yang tidak dapat memelihara dan
mengerti pengelolaan lingkungan dengan baik.
Lakukan diskusi kelompok
(masing-masing 5 orang) untuk menanggapi permasalahan tersebut !



